Total Tayangan Halaman

Selasa, 23 Oktober 2012

ketika

ketika aku menatapnya sayup-sayup
terlihat ia hanya tersenyum simpul
tak peduli aral menantang
tak peduli beban di tangan
hanya terus tertawa
ketika ia mulai lelah
di antara sayup-sayup suaranya
tak terdengar nada tak suka
hanya terus tertawa
menatap menantang
ketika aku berbicara dengannya
atas asa dan mimpinya
atas beban yang dipikulnya
hanya menatap jauh dan kembali tertawa
mungkin ia memang jauh dari sempurna
tapi tawa itu berarti bagiku
atau mungkin bagi yang lain pula
karena ketika ia tertawa
banyak yang ikut tertawa
bersama menghalau duka
bersama mengejar asa
bersama merajut mimpi
bersama menantang badai
dan bersamanya mengarungi sukses